Selasa, 04 November 2025

 

Pemanfaatan Dana Desa untuk 
Pencegahan Stunting
Melalui Pemberian Makanan Tambahan

Desa Bumiarjo Makmur, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, menjadi contoh inspiratif dalam pemanfaatan Dana Desa untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. Melalui program “Cegah Stunting Sejak Dini: Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Ibu Hamil dan Balita”, Pemerintah Desa bersama kader kesehatan, bidan desa, dan masyarakat berhasil menggerakkan upaya nyata untuk menekan angka stunting dan gizi buruk.

Masalah gizi menjadi tantangan utama di banyak wilayah pedesaan. Di Bumiarjo Makmur, hasil pemantauan Posyandu dan laporan tenaga kesehatan menunjukkan masih adanya ibu hamil dengan risiko kekurangan energi kronis (KEK) serta balita dengan berat badan kurang. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya kesadaran gizi keluarga dan keterbatasan ekonomi rumah tangga. Melihat situasi tersebut, Pemerintah Desa bersama Pendamping Lokal Desa (PLD) Eko Prasetio dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) merancang program PMT sebagai langkah strategis untuk meningkatkan asupan gizi keluarga.

Dengan anggaran Dana Desa sebesar Rp 9.000.000 pada tahun 2024, kegiatan PMT dilaksanakan secara rutin setiap bulan melalui Posyandu. Makanan tambahan yang diberikan menggunakan bahan pangan lokal bergizi seperti telur, sayuran, dan buah-buahan — tidak hanya menyehatkan tetapi juga memberdayakan potensi lokal desa. Pendampingan dilakukan sejak tahap perencanaan melalui kegiatan Rembuk Stunting, memastikan kegiatan berjalan partisipatif, transparan, dan tepat sasaran.

Hasil pelaksanaan program menunjukkan dampak positif. Banyak balita mengalami peningkatan berat badan, dan ibu hamil yang sebelumnya berisiko KEK menunjukkan perbaikan status gizi. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran baru di masyarakat tentang pentingnya pola makan bergizi dan pemantauan tumbuh kembang anak. Antusiasme masyarakat untuk datang ke Posyandu pun meningkat tajam.

Program ini tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tingkat desa. Pemerintah Desa Bumiarjo Makmur membuktikan bahwa pengelolaan Dana Desa yang transparan dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat dapat menghasilkan perubahan nyata. Melalui langkah sederhana namun berdampak besar ini, Bumiarjo Makmur telah menjadi contoh praktik baik dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

✨ Pesan Inspiratif:
Perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Apa yang dilakukan oleh Desa Bumiarjo Makmur menjadi bukti bahwa komitmen, kolaborasi, dan kepedulian terhadap sesama dapat melahirkan hasil luar biasa. Jika setiap desa mampu memanfaatkan Dana Desa dengan bijak, berorientasi pada kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, maka masa depan generasi Indonesia yang sehat dan unggul bukan sekadar harapan — tetapi kenyataan yang dapat kita wujudkan bersama.



By. Eko

Senin, 13 Oktober 2025

Program Ketahanan Pangan Desa melalui Budidaya Ayam Petelur


 Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah terkait penguatan ketahanan pangan di tingkat desa, Pemerintah Desa melaksanakan kegiatan Peternakan Ayam Petelur yang bersumber dari Dana Desa. Program ini merupakan salah satu bentuk upaya nyata desa dalam meningkatkan kemandirian pangan, kesejahteraan masyarakat, serta pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa.

Kegiatan ini diawali dengan tahap perencanaan, yang melibatkan Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan unsur masyarakat melalui forum Musyawarah Desa (Musdes). Dari hasil musyawarah tersebut disepakati bahwa pengembangan peternakan ayam petelur menjadi salah satu program prioritas karena dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan dan mampu menyediakan sumber protein hewani bagi masyarakat desa.

Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan, Pemerintah Desa bersama pendamping desa melakukan pengadaan sarana dan prasarana peternakan seperti kandang, peralatan pemeliharaan, serta bibit ayam petelur. Penerima manfaat kegiatan ini adalah kelompok masyarakat yang telah dibentuk dan disepakati bersama untuk mengelola usaha peternakan secara berkelanjutan. Mereka juga diberikan pembinaan dan pelatihan tentang cara pemeliharaan ayam petelur, manajemen pakan, serta pengelolaan hasil produksi telur agar kegiatan ini dapat berjalan secara efektif dan produktif.

Melalui program peternakan ayam petelur ini, masyarakat desa dapat memperoleh manfaat ekonomi langsung dari penjualan telur serta manfaat sosial berupa tersedianya sumber pangan bergizi di tingkat lokal. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi desanya.

Dengan adanya program Peternakan Ayam Petelur Dana Desa, diharapkan ketahanan pangan di desa semakin kuat, kesejahteraan masyarakat meningkat, serta terbentuknya usaha produktif yang berkelanjutan sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi desa.

  Pemanfaatan Dana Desa untuk  Pencegahan Stunting Melalui Pemberian Makanan Tambahan Desa Bumiarjo Makmur, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Og...